Seputar Rhinitis Yang Wajib Kamu Tahu

Rhinitis dikenal masyarakat umum sebagai peradangan atau iritasi pada lapisan dalam hidung. Dapat terjadi karena perubahan cuaca dan tubuh tidak mampu menerima perubahan tersebut. Adapun gejala awal yang harus diwaspadai adalah pilek, bersin, dan hidung tersumbat.

Dianggap cukup berbahaya jika dialami oleh anak meskipun ada rhinitis yang bersifat ringan. Jika terjadi secara berkepanjangan bisa menimbulkan komplikasi sinusitis, polip hidung, dan infeksi telinga tengah. Berikut ini cara merawat luka akibat rhinitis dan pengetahuan seputar rhinitis wajib diketahui.

Penyebab

Rhinitis terbagi dua yakni non alergi dan alergi. Rhinitis non-alergi berupa infeksi virus dan pada umumnya disebabkan oleh iritasi. Hidung merupakan bagian paling rawan terinfeksi polusi udara karena terdapat saluran udara pada bagian atas.

Sementara itu rhinitis akut penyebabnya lebih kompleks lagi diantaranya berasal dari bakteri, alergi, dan infeksi virus berbahaya. Rhinitis klasifikasi ini biasanya dibarengi dengan gejala  sinusitis kronis ).

Bagi semua usia rhinitis paling sering terjadi karena adanya alergi. Contoh alergi bulu hewan peliharaan, asap, debu, dan serbuk sari. Alergi lainnya yang dapat menimbulkan rhinitis karena infeksi, alergi obat-obatan, dan perubahan cuaca tiba-tiba.

Diagnosis Rhinitis

Jika anda berobat kedokter biasanya akan ditanyakan perihal gejala, riwayat penyakit, dan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian anda akan melakukan berbagai tes alergi yang bertujuan mencari tahu apakah ada alergi dan zat pemicunya. Diagnoas lain mungkin dilakukan dengan CT Scan atau teropong hidung, tes kulit, dan tes darah.

Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi timbul dari alergi penyebab utamanya berasal dari reaksi lingkungan yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Indikasi lingkungan kurang sehat ini diakibatkan jamur, debu, serbuk sari, dan rumput liar.

Gejala awal yang penderita rasakan diantaranya gatal-gatal, hidung berair dan tersumbat, bersin, hingga mata berair. Tidak jarang pula penderitanya mengalami batuk, sakit pada bagian kelopak mata dan kepala.

Perawatan

Ada beberapa perawatan yang disinyalir dapat mencegah rhinitis baik alergi maupun non alergi. Anda harus menghindari pememicu alergi. Penyemprotan kortikosteroid nasal dapat mengurangi peradangan hidung dan aman untuk jangka panjang.

Sebaiknya mengkonsumsi antihistamin karena dapat membantu mencegah gejala dan reaksi alergi. Anda dapat juga melakukan suntikan desensitisasi karena disinyalir dapat membantu menghindari pemicu alergi jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *